Showing posts with label Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Tanaman. Show all posts

Monday, March 26, 2018

Menanam Tomat Sebagai Sumber Penghasilan dan Kesehatan

Tomat adalah tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan. Tumbuhan ini memiliki buah berawarna hijau, kuning, dan merah dipakai sebagai sayur atau dimakan secara langsung. Tomat salah satu buah yang memiliki gizi tinggi. 

Tomat
Tomat

Manfaat Tomat

1. Kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral
Tomat efektif mencegah kanker. Aktivitas likopen dan vitamin C pada tomat terbukti efektif untuk memerangi kanker prostat, kanker serviks, kanker perut dan rektum, serta juga kanker tenggorokan, juga kanker payudara dan kanker mulut. Tomat juga mengandung vitamin A, potassium, dan vitamin K yang tinggi.

2. Menurunkan darah tinggi
Tekanan darah tinggi adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan berakibat pada penyakit jantung, tapi dapat dihindati agar tidak kambuh. Dengan  mengontrol makanan yang dikonsumsi, seperti mengonsumsi tomat yang rendah kalori dan rendah lemak. Tomat mengandung potassium/kalium tinggi. Potasium adalah senyawa yang dapat menurunkan tekanan dalam pembuluh darah dan arteri.

3. Mencegah katarak
Vitamin A yang pada tomat, mampu meningkatkan fungsi penglihatan seseorang. Berbagai gangguan penglihatan umumnya disebabkan karena radikal bebas, dan vitamin A  mampu menangkal.

4. Mengatasi depresi
Tomat mengandung antioksidan yang berfungsi mengurangi stress dan memperbaiki kerusakan sel otak. 

5. Mengatasi sembelit
Sembelit adalah kejadian dimana seseorang sulit untuk dibuang air besar dan menyebabkan kesakitan pada penderitanya. Sembelit dapat menimbulkan kanker usus.  Tomat dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan. Tomat menandung serat tinggi. 

6. Menguatkan tulang
Likopen yang berwarna merah pada tomat sebagai antioksidan berfungsi sebagai pembentuk tulang. Antioksidan melindungi kerusakan sel yang terjadi akibat radikal bebas, dan likopen mampu melindungi dan menstimulasi sel penguat tulang yang dapat menyehatkan tulang.


Budidaya Tomat 
1. Memilih benih tomat
Benih tomat bisa didapatkan dengan membeli ditoko  atau membuatnya sendiri. Caranya
  • Pilih tomat yang tua dipohon. Seleksi tomat baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).
  • Ambil bijinya dan bersihkan dari lendir dengan air. Selanjutnya rendam, pilih biji yang tenggelam. 
  • Seleksi lagi biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). 
  • Keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

2. Penyemaian benih tomat
Untuk penyemaian bisa menggunakan plastic es lilin kecil. Dengan cara
  • Masukkan tanah yang sudah dicampur sengan pupuk kandang secara padat
  • Potong plastic sepanjang 2,5 - 3 cm 
  • Masukkan biji. Tiap potongan plastic berisi 1 biji saja.
  • Lama penyemaian 35-40 hari atau sampai keluar 4 helai daun.
  • Jaga kondisi tanah agar tetap lembab.
  • Bila biji tidak tumbuh seperti yang lain segera buang dang anti dengan yang baru.
  • Bersihkan tanaman penganggu.

3. Pengolahan tanah
  • Bajak atau cangkul tanah hingga gembur, bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter. Jarak antar bedeng 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah satu minggu.
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk organic. Aduk hingga merata diatas bedengan. Bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya. Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia.
  • Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik. Mulsa plastik berguna menjaga kelembaban tanah dan mengendalikan gulma. Biarkan kembali tanah selama satu minggu sebelum ditanami.


4. Penanaman bibit tomat
  • Buat lubang tanam pada mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang, jarak antar lajur 70-80 cm dan jarak antar lubang 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.
  • Setelah itu masukkan bibit
  • Lepas plastik secara perlahan bisa menggunakan cutter untuk merobek plastic tapi jangan sampai kena akarnya. 
  • Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah. 

5. Pemeliharaan dan perawatan
 Tanaman tomat sangat rentan terhadap hama dan penyakit, terutama yang ditanam 
didataran rendah. Namun bisa dikurangi dengan beberapa cara, yaitu

a. Penyulaman
Penyulaman dilakukan dengan mencabut tanaman yang tidak sehat (layu atau menguning). Biasanya seminggu setelah tanam.
b. Penyiangan
Penyiangan dilakukan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam.
c. Pemangkasan
Pemangkasan tunas pada ketiak daun harus segera agar tidak tumbuh menjadi batang. Untuk mengatur ketinggian pohon, ujung tanaman bisa dipotong. Pemotongan dilakukan setelah dompolan buah sekitar 5-7 buah.
d. Pemupukan tambahan
Penyemprotan bisa dilakukan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair harus diencerkan terlebih dahulu. Selain itu, bisa menambahkan pupuk kandang atau setelah tanaman berumur 2-3 minggu. 
e. Penyiraman dan pengairan
Tomat tidak banyak membutuhkan air. Penyiraman hendaknya disesuaikan dengan kondisi cuaca. 
f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. 
Pemasangan lenjeran hendaknya sejak tanaman masih kecil tujuannya mencegah luka pada akar akibat penancapan.

6. Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa hama dan penyakit yang kerap menyerang tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. 
Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit tersebut bisa disemprot dengan pestisida. Apabila tomat yang diproduksi untuk pasar organik, hendaknya menggunakan pestisida yang alami. 
Hama dan penyakit tidak bisa diberantas dengan mengandalkan pestisida saja. Karena pestisida hanya sementara dan jangka pendek. 
Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh gunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penggunaan PHT  harus memperhatikan variabel-variabel antara lain pemilihan bibit unggul, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, memanfaatkan predator alami, memanfaatkan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

7. Pemanenan budidaya tomat
Tomat bisa dipanen setelah 60-100 hari, tergantung varietasnya Tanaman tomat siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering.
Pemetikan dilakukan pagi atau sore hari karena siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pemanenan bisa dilakukan 2-3 hari sekali. 

Monday, February 19, 2018

Bercocok Tanam Seledri pada Polybag

Seledri adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.


Seledri
Seledri
Manfaat Selederi


1.       Mengobati rematik

Pemicu utama penyakit rematik dikarenakan kelebihan asam urat, asam urat ini akan menumpuk pada sendi dapat mengkristal yang mengakibatkan menggerakkan tubuh menjadi sulit.

2.        Mengobati anemia

Rebusan daun seledri bisa digunakan mengobati anemia. Anemia biasanya di sebut kurang darah dapat menyebabkan sakit kepala sepanjang hari tentunya mengganggu aktivitas. Meminum air rebusan daun seledri mampu mengatasinya.

3.       Mengatasi kulit berminyak         

Kulit berminyak menjadi masalah bagi remaja, pemicu terjadinya minyak berlebih dikulit wajah dikarenakan hormon yang berlebih. Masalah tersebut dapat diatasi dengan mengkonsumsi rebusan daun seledri.

4.       Menurunkan kadar kolesterol

Kolesterol  yang tinggi menyebabkan penumpukan dan penyumbatan pada pembuluh darah yang pemicu munculnya berbagai penyakit. Hal tersebut dapat di atasi dengan meminum air rebusan seledri, karena dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh.

5.       Menjaga kulit agar tetap kencang dan mud

Kandungan vitamin A, vitamin B, vitamin C serta folat yang terkandung di dalam air rebusan daun seledri mampu membuat kulit tetap kencang dan awet muda. Bukan hanya itu kandungan lainnya yang terkandung di dalamnya mampu menjadikan lebih cerah, bersinar, dan terang.

6.       Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)

Salah satu obat alami untuk mengatasi ialah air rebusan daun seledri

7.       Menghilangkan jerawat

Dengan meminum air rebusan daun seledri ini dapat menyelesaikan masalah jerawat, selain itu air rebusan daun seledri ini juga mampu menghilangkan flek hitam bekas jerawat.


Cara menanam seledri

Terdapat dua cara menanam seledri yaitu generatif (biji) dan vegetatif (anakan). Perbanyakan generatif diterapkan budidaya seledri skala luas. Untuk skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah.

Perbanyakan generatif dimulai menyemaikan biji dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, baru dipindahkan ke dalam pot atau polybag.

Berikut langkah-langkahnya:


1.   Sebelum biji disemai, rendam terlebh dahulu dalam air hangat kuku selama 1 jam.
2. Siapkan tempat persemaian bedengan atau baki. Media semai terdiri dari campuran tanah dan kompos yang telah diayak.
3. Berikan naungan plastik bening pada bedengan semai untuk menlindungi tanaman dari kucuran air hujan dan matahari.
4. Buat alur garitan di bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur dan tutup tipis dengan tanah siram untuk mempertahankan kelembabannya.
5. Siram dengan air secukupnya setiap pagi atau sore untuk mempertahankan kelembaban.
6.  Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag setelah 1 bulan.



*Perbanyakan vegetatif dilakukan apabila memiliki tanaman seledri sebelumnya. Caranya, ambil anakan dalam rumpun tanaman seledri yang ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tanaman bisa diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.

7. Setelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos dan arang sekam. Ayak dahulu bahan tersebut.

8. Apabila tidak ada arang sekam bisa diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji.



Perawatan budidaya seledri

  1. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup 2-3 kali satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media lembab.
  2. Untuk budidaya seledri organik pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di toko-toko pertanian, atau bisa juga dibuat sendiri. Selain pupuk cair bisa digunakan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk hayati.
  3. Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan pada tanaman. Ikuti petunjuk dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yang telah diencerkan. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.


*Budidaya seledri dalam pot atau polybag jarang terkena hama atau penyakit. Namun pada budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai.


Hama dan Penyakit

Terdapat beberapa hama yang sering dijumpai dalam budidaya seledri, diantaranya ulat tanah, keong, kutu dan tunggau. Hama-hama tersebut bisa diberantas dengan dipungut dengan tangan. Apalagi untuk penanaman dalam polybag.

Sedangkan jenis penyakit budidaya seledri adalah cercospora, bercak septoria dan virus aster yellow. Untuk menghindari penyakit-penyakit itu, lakukan pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun dan pemupukan yang baik. Bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik.



Panen budidaya seledri

Panen seledri bisa dilakukan berkali-kali. Panen pertama berumur 1-3 bulan, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.

Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut.